MENERKA CERITAMU
Malam ini aku juga meluapkan semua bayanganku akan gambaran indahnya malam di tempat tinggalmu nun jauh disana. Tentang indahnya malam setelah kepulanganmu dari tahah rantau ke tanah kelahiran. Tentang indahnya malam dengan cahaya rembulan yang terang. Tentang ribuan bintang bertebaran yang menghiasinya. Tentang Puncak Sumbing dan Sindoro yang kerap kau kisahkkan keindahannya kala rembulan dan bintang-bintang menari indah diatasnya. Tentang keindahan alam yang dalam penjelasanmu mampu dikalahkan oleh seorang perempuan yang aku pun tak tahu siapa identitasnya. Aku mendapatkan cerita itu hanya dari gambaranmu pada wa stories ehehehe. Yang jelas kala itu tubuhku lemas, bagiku kamu menuliskannya untuk seseorang lain, bukan diriku. Kenapa aku bisa berfikir begitu? Ya...tentu saja...Kala itu aku baru kehilangan kebawelan dan kekonyolan tingkahmu. Entah mengapa yang awalnya begitu dekat dan sangat akrab, tiba-tiba menjauh seperti ada jurang pemisah. Aku kecewa, aku patah, aku rapuh seka...